SUMENEP, MaduraPost - Kunjungan kerja Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ke Pantai Slopeng, Kabupaten Sumenep, Madura, Rabu (14/10), tak hanya diisi agenda pemerintahan.

Sejumlah layanan kesehatan, bantuan usaha, dukungan pertanian dan perikanan, hingga program perlindungan sosial turut dibawa untuk menjangkau masyarakat setempat.

Berbagai program tersebut menyasar kelompok penerima yang beragam, mulai dari anak-anak, pedagang kecil, petani, nelayan, penyandang disabilitas berat, hingga warga lanjut usia.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur menempatkan kesehatan dan penguatan ekonomi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Khofifah menjelaskan, rangkaian kegiatan itu dirancang dengan mengacu pada pendekatan pembangunan manusia. Menurut dia, kesehatan, pendidikan, dan ekonomi merupakan sektor yang saling berkaitan dalam menentukan kualitas sumber daya manusia.

“Jadi ini sebetulnya kesehatan, pendidikan, kemudian ekonomi. Human Development Index Approach, pendekatan kita adalah pendekatan Indeks Pembangunan Manusia,” ujarnya, Rabu (14/10) pagi.

Di sektor kesehatan, khitanan massal menjadi salah satu layanan yang mendapat perhatian masyarakat. Panitia menyediakan kuota bagi 200 anak setelah jumlah pendaftar melampaui 175 orang. Angka tersebut masih memungkinkan bertambah seiring tingginya antusiasme warga.

Masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG), termasuk pemeriksaan kesehatan mulut dan gigi. Pelaksanaan kegiatan ini mendapat dukungan Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA Unair) yang melibatkan tenaga medis dari sejumlah wilayah.

Khofifah menyampaikan apresiasi atas partisipasi para dokter yang hadir memberikan pelayanan secara langsung. Keterlibatan tenaga kesehatan dari berbagai daerah dinilai membantu memperluas jangkauan layanan bagi warga Sumenep.

“Terima kasih juga IKA Unair ini, karena kekuatan untuk dokter giginya kuat. Baik yang dari Surabaya, tadi saya lihat dari Sidoarjo dan dari Sumenep,” katanya.

Selain pelayanan kesehatan, pemerintah provinsi mengarahkan program bantuan ke sektor ekonomi masyarakat. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berjualan di kawasan Pantai Slopeng menerima zakat produktif untuk mendukung keberlangsungan usaha mereka.

Bantuan serupa juga diarahkan kepada masyarakat yang menggantungkan penghasilan pada sektor pertanian dan perikanan. Pemprov Jatim menyerahkan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada gabungan kelompok tani (gapoktan) di Kabupaten Sumenep serta bantuan alat tangkap bagi nelayan.

Khofifah menegaskan, pemberian bantuan tidak harus menggunakan pola yang sama di setiap wilayah. Jenis dukungan perlu mempertimbangkan kebutuhan penerima dan kondisi daerah agar program yang disalurkan lebih tepat sasaran.

“Daerah sesuai dengan kebutuhanlah, kalau berkala nggak butuh gimana. Banyak sekali, saya membagikan hampir semua kabupaten,” tuturnya.

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya penyesuaian program berdasarkan kebutuhan lapangan. Dengan pendekatan itu, bantuan untuk petani, nelayan, maupun pelaku UMKM diharapkan dapat menjawab persoalan yang mereka hadapi dalam menjalankan aktivitas ekonomi.

Di luar kelompok masyarakat produktif, perhatian pemerintah juga diberikan kepada warga yang membutuhkan dukungan sosial. Program yang disalurkan mencakup bantuan bagi penyandang disabilitas berat serta Program Keluarga Harapan (PKH) Plus untuk warga lanjut usia berumur di atas 70 tahun.

Kegiatan di Pantai Slopeng turut menghadirkan mobil perpustakaan keliling. Layanan ini ditujukan untuk mendekatkan akses bacaan kepada anak-anak sekaligus mendorong tumbuhnya minat terhadap pengetahuan dan potensi wilayah mereka.

Khofifah berharap, keberadaan kawasan pesisir dapat menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk mengenal kekayaan maritim Indonesia. Menurut dia, potensi perikanan dan keindahan wilayah pesisir Sumenep dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan sektor kelautan sejak dini.

Ia juga menceritakan pengalamannya mengikuti kegiatan Angkatan Laut di kawasan tersebut. Pengalaman itu membuatnya menilai Pantai Slopeng memiliki daya tarik tersendiri, sekaligus relevan untuk memperkenalkan identitas maritim Indonesia.

“Saya pernah mengikuti kegiatan Angkatan Laut di sini dan itu menurut saya indah sekali. Jadi basis kemaritimannya dapat, lalu nanti kita juga akan memberikan alat tangkap untuk para nelayan dan mengenalkan kepada anak-anak semua indahnya Indonesia,” ungkapnya.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Pemprov Jatim menggabungkan pelayanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi, perlindungan sosial, dan edukasi dalam satu agenda kunjungan.

Pelaksanaan program di wilayah pesisir diharapkan dapat mendekatkan layanan pemerintah kepada masyarakat sekaligus memperkenalkan potensi lokal kepada generasi muda.***