Menurut Safi, kejadian itu membuat anaknya tidak bisa mengikuti ujian seperti teman-temannya di MA Annuqayah Guluk-Guluk. Ia mengaku sudah berupaya mencari penjelasan, namun hingga kini belum mendapat kejelasan dari pihak terkait.
“Kalau sampai anak saya tidak bisa lulus gara-gara ini, saya akan menempuh jalur hukum,” tegasnya.
Sementara itu, pihak MA Annuqayah Guluk-Guluk melalui salah satu guru, Zahra, membenarkan bahwa Nailatur gagal mengikuti TKA akibat data ganda yang belum diperbaiki di sistem.
“Iya benar, Nailatur Rizqi tidak bisa mengikuti tes TKA karena datanya masih tercatat aktif di sekolah lain,” kata Zahra kepada MaduraPost melalui pesan WhatsApp.