Namun, janji itu hanya tinggal janji. Setelah menikah siri, Bunga dibawa ke rumah suami dan diperlakukan tidak layak. Dalam kondisi hamil besar, ia dipaksa mencuci, memasak, dan melayani keluarga, serta dilarang menghubungi orang tuanya.
“Saya seperti dipenjara. Tidak boleh keluar, tidak boleh telepon orang tua. Rasanya sesak sekali,” ucap Bunga, matanya berkaca-kaca.
Penderitaan itu memuncak saat ia melahirkan prematur. Bayinya yang lahir di usia kandungan 7 bulan hanya bertahan 8 hari. Lebih menyayat hati, Bunga mengaku tidak diberi kabar ketika sang anak meninggal.
“Saya tahu dari orang lain. Saya lari ke rumahnya untuk lihat anak saya terakhir kali. Rasanya hati saya hancur,” katanya sambil menahan tangis.