“Kami ingin tahu secara langsung bagaimana realitas kerja seorang wartawan. Mulai dari proses mencari berita, menghadapi narasumber, sampai tekanan yang mungkin datang dari berbagai pihak. Diskusi ini sangat membuka wawasan kami,” ujar Wahyu Abdillah, Minggu (14/12).

Menurut Wahyu, diskusi bersama praktisi media seperti Nurus Solehen memberikan gambaran nyata yang tidak selalu didapatkan di ruang kelas.

Ia menilai pengalaman langsung dari wartawan senior sangat penting sebagai bekal bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi yang tertarik terjun ke dunia jurnalistik.

Sementara itu, Nurus Solehen dalam pemaparannya menceritakan perjalanan karier jurnalistiknya sejak awal. Ia mengawali karier sebagai wartawan di Harian Pagi Kabar Madura pada 2016.