Lebih lanjut, Samhari menilai substansi tuntutan yang disuarakan dalam aksi tersebut juga keliru sasaran.

Sebab, isu yang diangkat berkaitan dengan tata niaga dan produksi rokok, yang seharusnya ditujukan kepada pelaku usaha atau industri, bukan kepada Bea Cukai sebagai regulator.

“Kalau bicara ranah produksi, itu wilayah industri. Bea Cukai bukan pelaku usaha, melainkan regulator. Jadi sasaran aksi harus jelas dan tepat,” ujarnya.

Ia juga menyinggung adanya isu yang berkembang sebelum aksi berlangsung, termasuk rencana pergerakan massa menuju salah satu perusahaan rokok.

Hal itu, menurutnya, semakin menguatkan dugaan bahwa aksi tersebut telah terorganisir secara sistematis.