Kerugian akibat insiden ini masih dalam perhitungan, tetapi kehilangan perahu berarti kehilangan sumber mata pencaharian utama.

Sebagai perahu kecil, H. Ali berharap ada perhatian dari pemerintah desa maupun pemerintah daerah untuk membantunya memperbaiki perahu.

"Kami berharap ada bantuan agar perahu ini bisa diperbaiki. Kalau harus beli baru, jelas kami tidak mampu. Sementara ini, kami terpaksa berhenti melaut," ungkapnya.

Permintaan bantuan ini mencerminkan kondisi nelayan kecil yang sering kali kesulitan memperbaiki kapal mereka ketika mengalami kerusakan akibat cuaca buruk.

Menanggapi insiden ini, Anggota Komisi II DPRD Pamekasan, Tabri, mengimbau para nelayan untuk segera mendaftar asuransi nelayan guna mendapatkan perlindungan ketika terjadi kecelakaan saat melaut.

"Minimal nelayan yang saat ini mengalami kecelakaan memiliki asuransi nelayan agar mendapatkan jaminan kesehatan dari pemerintah," kata Tabri.

Politikus Partai Demokrat itu juga meminta pemerintah daerah lebih aktif dalam memberikan fasilitas asuransi nelayan agar mereka memiliki perlindungan finansial di masa sulit.***