Meski demikian, polisi masih mendalami keterkaitan antara pelaku dan korban guna memperjelas latar belakang kejadian.
"Motif awalnya diduga dipicu oleh permasalahan hubungan pribadi. Namun, kami akan terus menggali informasi untuk memastikan detail lebih lanjut," tambah AKP Sri.
Kejadian ini menimbulkan keprihatinan di kalangan masyarakat sekitar. Beberapa warga yang menyaksikan kejadian tersebut mengaku terkejut dengan aksi brutal pelaku.
"Kami tidak menyangka hal seperti ini terjadi di lingkungan kami. Semoga korban cepat pulih dan pelaku dihukum setimpal," ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Polres Pamekasan mengingatkan masyarakat untuk menghindari tindakan main hakim sendiri atau menyelesaikan masalah secara kekerasan.
AKP Sri Sugiarto menegaskan bahwa pihak kepolisian siap memfasilitasi mediasi atau penanganan hukum jika terjadi konflik.
"Kami mengimbau masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan melalui jalur hukum atau mediasi yang difasilitasi oleh aparat terkait. Tindakan kekerasan hanya akan memperburuk keadaan dan menimbulkan kerugian lebih besar," ujarnya.
Sementara itu, M. Fajar Sidik masih menjalani perawatan di RSUD Smart Pamekasan. Tim medis menyatakan bahwa kondisi korban mulai stabil meskipun membutuhkan waktu untuk pemulihan total.
"Korban sudah sadar dan dalam pemantauan intensif. Kami berharap proses penyembuhannya berjalan lancar," kata seorang perawat yang merawat korban.