Adik iparnya, Umar bin Khattab, yang saat itu belum masuk Islam, dikenal sebagai salah satu penentang paling keras. Umar bahkan sampai memarahi Fatimah dan Said karena keduanya mengikuti ajaran Nabi Muhammad.
Kisah ini mencapai puncaknya ketika Umar mendatangi rumah Said dan Fatimah dengan amarah karena mendengar kabar mereka telah masuk Islam.
Di tengah ketegangan, Said dan Fatimah tetap mempertahankan iman mereka dan menolak meninggalkan Islam.
Keberanian mereka dalam mempertahankan keyakinan bahkan menginspirasi Umar untuk membaca ayat-ayat Al-Qur’an, yang akhirnya menjadi awal proses hidayah baginya.
Sepanjang hidupnya, Said bin Zaid mendampingi Nabi dalam berbagai peperangan dan perjuangan. Meski tidak banyak disebut dalam berbagai kisah terkenal, kesetiaannya tetap luar biasa.