Selain itu, polarisasi politik dapat menggerus kepercayaan publik terhadap pemerintah dan penyelenggara pemilu. Serangan terhadap penyelenggara Pemilu 2024 kemarin sangat masif, bahkan cenderung mengarah pada delegitimasi hasil pemilu.
Oleh karena itu, Andre mengajak para jurnalis di Pamekasan untuk berperan aktif dalam mencegah polarisasi politik melalui pemberitaan yang mendidik dan informatif.
"Media memiliki tanggung jawab sebagai pilar demokrasi. Kita harus menciptakan ruang dialog dan komunikasi yang kondusif agar masyarakat dapat berpikir rasional dalam menghadapi perbedaan politik," tegas Andre.
Salah satu peserta workshop, Usrotul Wafiyah, aktivis LPM Activita IAIN Madura, mengapresiasi kegiatan ini.
Menurutnya, workshop tersebut memberikan wawasan penting terkait pola Pilkada, terutama di Madura.