Ini adalah awal mula dari apa yang sekarang dikenal luas sebagai Sapi Sonok. Hal tersebut disampaikan Joko Pranoto, cucu Khairuddin yang kini juga menjabat sebagai kepala Desa Dempo Barat.

"Sapi Sonok bukan hanya sekedar pertunjukan hewan, tetapi merupakan sebuah ekspresi kebanggaan dan kecintaan terhadap hewan yang telah menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari warga kami," kata Joko.

Pada awalnya, Sapi Sonok hanya dikenal di kalangan terbatas di Madura. Namun, seiring berjalannya waktu, kesenian ini mulai mendapat perhatian lebih luas.

Pada tahun 1985, pertunjukan Sapi Sonok mentas untuk pertama kalinya di luar Madura, tepatnya di Jawa Tengah, selama sebuah acara pemerintahan, yang secara resmi menandai pengakuan terhadap Sapi Sonok sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia.