PAMEKASAN, MaduraPost - Di ujung timur Pulau Madura, terdapat sebuah desa kecil yang telah lama menjadi saksi bisu perkembangan budaya yang unik dan memukau. Desa Dempo Barat, yang berada di Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, tidak hanya dikenal sebagai penghasil garam atau batik tulis Madura.
Tetapi juga sebagai tempat kelahiran dari tradisi Sapi Sonok, sebuah warisan budaya yang menampilkan keindahan dan keanggunan sapi betina. Tradisi ini pertama kali dicetuskan oleh Khairuddin, seorang tokoh desa yang menjabat sebagai kepala desa selama 42 tahun.
Dengan latar belakang kepemimpinan yang kuat dan kedekatan yang erat dengan warganya, Khairuddin menginspirasi masyarakatnya untuk lebih menghargai dan merawat hewan ternak.
Demikian dilakukan tidak hanya sebagai aset ekonomi tapi juga sebagai bagian dari warisan budaya. Khairuddin menyadari potensi dari sapi-sapi betina yang dipelihara di desanya untuk dijadikan lebih dari sekadar hewan ternak.
Pada tahun 1950-an, ia mulai mendorong warganya untuk menghias sapi mereka dengan ornamen dan perhiasan yang indah, mirip dengan pakaian pengantin, lalu memperkenalkannya kepada publik melalui parade yang elegan dan penuh gaya.