Dari situlah lahir konsep Sapi Sonok, sebuah tradisi yang kemudian menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan warga Desa Dempo Barat.

Pertunjukan perdana Sapi Sonok tak terlupakan. Di sebuah acara pemerintahan di Jawa Tengah, Khairuddin dan beberapa petani serta pecinta sapi lainnya membawa Sapi Sonok untuk dipertontonkan.

"Pertunjukan Sapi Sonok pertama mentas di Jawa Tengah saat kegiatan pemerintahan di sana," ungkap Joko.

Sejak saat itu, nama Sapi Sonok mulai dikenal luas oleh masyarakat. Bahkan, pada tahun 1985, Sapi Sonok menjadi terkenal secara nasional, bahkan menarik perhatian seorang peneliti dari Kanada yang datang ke Desa Dempo Barat untuk mempelajari sapi-sapi betina yang dijadikan Sapi Sonok.

Dengan tekad dan semangat Khairuddin, Sapi Sonok tidak hanya menjadi hiburan semata, tetapi juga menjadi simbol kebanggaan dan identitas budaya Desa Dempo Barat.