Meski pertunangan ini masih resmi, keluarga calon besan telah memberikan banyak dukungan dan pemberian kepada sang mempelai sebagai tanda kasih sayang dan pengakuan terhadap ikatan keluarga yang kuat.
Namun, seperti kebanyakan kisah, tidaklah selalu mulus. Rencana untuk meresmikan pertunangan ini sempat menuai pertentangan di keluarga Zahri, terutama dari ayah dan ibu angkat sang mempelai.
Namun, demi menjaga hubungan kekerabatan yang rapat, akhirnya pertunangan pun diresmikan.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Maria Ernawati, mengungkapkan bahwa budaya pertunangan ini adalah bagian dari upaya untuk mempererat tali silaturahmi dan tali kekeluargaan.
"Meskipun pernikahannya akan dilaksanakan saat anak-anak sudah lulus kuliah," kata Maria.