PAMEKASAN, MaduraPost - Sebuah peristiwa pertunangan yang menggema di media sosial melibatkan seorang bocah berusia 7 tahun dari Desa Dharma Camplong, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, telah menginspirasi banyak orang.

Namun, di balik viralitasnya, tersimpan kisah inspiratif tentang kesetiaan, pengorbanan, dan tekad dalam mempererat ikatan keluarga.

Acara pertunangan ini ternyata bukanlah kebetulan, melainkan merupakan wujud nazar dari kedua orangtua sang mempelai, yang dulunya menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi.

Kisah ini bermula dari suatu perpisahan yang mengharukan, ketika kedua orangtua mempelai harus berpisah selama delapan tahun lamanya saat menjadi TKI di Arab Saudi.

Menyadari pentingnya menjaga tali silaturahmi dan kekeluargaan, kedua orangtua mempelai bersama-sama bernazar di Baitullah, Makkah, untuk menjodohkan anak-anak mereka.