PAMEKASAN, MaduraPost - Di tengah gemerlap lampu dan suara takbir yang menggema, suasana Lebaran Idulfitri 1445 Hijriah memiliki arti yang berbeda bagi sebagian orang, khususnya bagi mereka yang berprofesi di garda terdepan layanan kesehatan.

Momen Idulfitri yang biasanya dirayakan dengan kehangatan keluarga, bagi Dr. Regi dan Kiki, menjadi waktu dimana mereka mempersembahkan diri bagi kemanusiaan, lewat tugas mulia di IGD RSUD dr. Slamet Martodirdjo (Smart) Pamekasan, Jawa Timur.

Regi, seorang dokter muda berusia 24 tahun asal Jakarta Selatan, telah memilih untuk menghabiskan malam Lebaran tahun ini di rumah sakit, berada di sisi pasien yang membutuhkan perawatan mendesak.

Cerita serupa juga datang dari Kiki, seorang perawat berusia 23 tahun, yang berasal dari Jawa Tengah. Keduanya menggambarkan bagaimana dedikasi dan komitmen terhadap profesi bisa mengatasi kerinduan mereka pada keluarga di momen spesial.

"Malam Lebaran buat kami mungkin terlihat berbeda. Kami berdua, bersama tim medis lainnya, tetap siaga, memastikan bahwa setiap pasien yang membutuhkan pertolongan bisa terlayani," tutur dr. Regi, yang sudah beberapa tahun merasakan Lebaran jauh dari rumah.