PAMEKASAN, MaduraPost - Bangunan bersejarah Keraton Sumenep tidak hanya menjadi monumen fisik, tetapi juga saksi bisu perjalanan panjang dinasti dan pemerintahan di wilayah tersebut.

Meskipun banyak yang mengenalnya sebagai simbol kekuasaan Panembahan Sumolo, sedikit yang tahu bahwa Keraton" class="inline-tag-link">lokasi keraton berpindah-pindah seiring pergantian dinasti penguasa.

Menurut RB. Mohammad Muhlis, salah satu keturunan keluarga Keraton Sumenep dinasti terakhir, Sumenep diperintah oleh tiga dinasti yang memiliki akar geneologi yang sama.

Dinasti pertama, Aria Wiraraja, memimpin Sumenep dari Desa Banasare Kecamatan Rubaru. Lalu, tampuk kepemimpinan beralih ke dinasti Tumenggung Kanduruhan dari Kerajaan Demak.

"Sebelum akhirnya dikuasai oleh anggota dinasti Cakraningrat Bangkalan," kata dia.