PAMEKASAN, MaduraPost - Sejumlah pemilu" class="inline-tag-link">penyelenggara pemilu yakni PPK dan PPS di dua wilayah kecamatan di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, diduga menilep anggaran TPS. Masing-masing adalah Kecamatan Proppo dan Pasean.
Pemotongan dana ini bervariasi antara Rp1 juta hingga Rp2,5 juta. Hal ini diungkap salah seorang anggota KPPS.
Sementara anggaran yang seharusnya diterima yakni Rp4.454.000. Dengan perincian; pembuatan TPS Rp2 juta, pengadaan dokumen Rp500 ribu, operasional Rp1 juta dan konsumsi Rp954 ribu.
"Anggaran diterima cash di balai Desa Seddur, yang ngasih PPS, yang diterima KPPS itu setahu saya itu sama di desa saya, Rp3.554.000," katanya.
Selain di Desa Seddur, pemotongan terjadi di Desa Bicorong dan Palalang. Di satu TPS di Desa Bicorong, anggaran dipotong Rp600 ribu. Di TPS lain di Bicorong dipangkas kurang lebih Rp1 juta.
Di Desa Palalang dipotong sekitar Rp1 juta. "Saya menerima Rp3,5 juta," terang salah seorang anggota KPPS di Desa Palalang, Minggu (8/3/2024).
Di desa lain di Kecamatab Pakong, anggaran TPS dipotong Rp1 juta.
"Alasan pemotongan itu katanya instruksi PPK, katanya untuk konsumsi anggota Koramil dan Polsek sekitar 75 orang, selain itu katanya uang itu gak dipotong, tapi ditahan hingga selesai administrasi rekap PPK, namun sampai saat ini uang itu gak ada dikasih" papar salah satu Ketua KPPS di Kecamatan Pakong.
Lebih lanjut ia membeberkan voice Ketua PPK Hosman. Di dalam voice 38 detik, Hosman menyebut anggaran untuk KPPS memang ditahan sebagian.