“Keilmuan ini sangat relevan untuk mengatasi tantangan generasi muda saat ini,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, penghargaan diberikan kepada tiga peserta TOT terbaik, yakni Ust. Muhammad Syaikul Islam, S.H.I. (Jawa Timur), Dr. Wahardi, M.Ag. (Jawa Barat), dan Prof. Dr. dr. Ari Yunanto, Sp.A. (Kalimantan Selatan).

Muhammad Syaikul Islam menilai kurikulum IHC sejalan dengan konsep Deep Learning yang diusung Kementerian Pendidikan, mencakup Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning.

“Kurikulum ini mengintegrasikan nilai-nilai pembelajaran mendalam yang mendukung perkembangan individu,” ujar Syaikul.

Sekretaris Umum Ikatan Alumni IHC (KITA IHC), I Dewa Gede Sayang Adi Yadnya, yang turut membuka acara, berpesan agar para instruktur baru menjaga integritas dalam menjalankan profesi ini.