Dalam sambutannya, Avifi menekankan pentingnya konsistensi dan kompetensi dalam mempraktikkan hipnosis.
Ia juga menyoroti kolaborasi PKHI dengan Kementerian Kesehatan yang memungkinkan lulusan IHC membuka praktik hipnoterapi dengan izin resmi dari dinas terkait.
Acara pengukuhan ini menjadi momen istimewa dengan hadirnya sejumlah tokoh terkemuka, seperti Dr. K.H. Andian Parlindungan, M.Ag., seorang pendidik dan pendakwah, serta Pdt. Johny Alexander Lontoh dan H.M. Arif’ An., S.H., M.H., tokoh masyarakat.
Andian menyebutkan bahwa hipnosis memberikan pendekatan baru dalam dunia pendidikan, khususnya dalam menangani permasalahan anak-anak dan remaja, seperti kecanduan gadget, pornografi, dan motivasi belajar.