Di tengah keterbatasan, petani Madura dinilai memiliki daya adaptasi tinggi. Mereka mampu menyesuaikan pola tanam, memilih komoditas tahan kekeringan, serta memanfaatkan kearifan lokal.

Praktik seperti diversifikasi tanaman, integrasi ternak, dan penggunaan pupuk organik menjadi bukti bahwa pertanian berkelanjutan sudah mulai tumbuh dari bawah.

Namun, upaya ini masih membutuhkan dukungan sistem yang lebih kuat—mulai dari penyuluhan, akses teknologi, hingga penguatan kelembagaan petani seperti kelompok tani dan koperasi.

Daya Saing Ada, Efisiensi Perlu Digenjot

Selain produktivitas, efisiensi usahatani juga menjadi pekerjaan rumah. Banyak petani belum mampu mengoptimalkan penggunaan input produksi secara maksimal.