Meski demikian, peluang peningkatan produktivitas masih terbuka lebar. Penggunaan benih unggul dan teknologi terbukti mampu mendongkrak hasil secara signifikan.
Pada jagung, misalnya, benih hibrida lokal mampu meningkatkan produktivitas hingga 4,43 ton per hektare. Bahkan, dengan intervensi teknologi optimal, hasil panen berpotensi mencapai 6–8 ton per hektare.
Ini menegaskan bahwa transformasi pertanian lahan kering sangat bergantung pada inovasi teknologi, efisiensi input, dan peningkatan manajemen usahatani.
Petani Madura Tangguh dan Adaptif