BANGKALAN, MaduraPost – Madura" class="inline-tag-link">Universitas Trunojoyo Madura (UTM) kembali menunjukkan taringnya sebagai kampus berbasis riset dengan mengukuhkan empat guru besar baru. Pengukuhan ini tak sekadar seremoni akademik, tetapi diarahkan untuk memperkuat transformasi pembangunan daerah, khususnya sektor pertanian lahan kering yang menjadi wajah utama Pulau Madura.
Rektor UTM, Safi’, menegaskan bahwa gelar profesor bukan garis finis, melainkan titik awal tanggung jawab yang lebih besar.
“Dengan gelar ini, kinerja harus melonjak. Riset tidak boleh berhenti di kampus, tetapi harus memberi dampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya. Rabu, (22/4/2026).
Ia juga mendorong kolaborasi lintas sektor, terutama dengan pemerintah daerah dan industri, agar hasil riset tidak berhenti sebagai prototipe, tetapi benar-benar dihilirisasikan menjadi kebijakan dan program nyata.
Pertanian Lahan Kering Jadi Kunci Masa Depan