“Kalau dulu para pahlawan rela kehilangan nyawa demi kemerdekaan, maka sekarang kita harus rela kehilangan kenyamanan demi kemajuan. Bekerja keras, melawan korupsi, dan menjaga persatuan adalah bentuk perjuangan kita hari ini,” ujar Fajar.
Menutup pernyataannya, Ketua Bangkalan" class="inline-tag-link">STKIP PGRI Bangkalan itu mengajak seluruh civitas akademika dan masyarakat Bangkalan menjadikan Hari Pahlawan sebagai momentum introspeksi dan motivasi.
“Kita semua bisa menjadi pahlawan di bidang masing-masing. Tidak ada perjuangan yang sia-sia jika dilakukan dengan keikhlasan dan niat untuk kebaikan. Semangat pahlawan harus terus menyala, tidak hanya pada 10 November, tetapi dalam setiap langkah kehidupan kita,” tutupnya.