“Kami ingin mahasiswa memahami bahwa menjadi pahlawan tidak harus menunggu besar atau terkenal. Mulailah dari hal kecil membantu sesama, berdisiplin, dan berbuat baik. Semua itu adalah bentuk nyata semangat kepahlawanan,” katanya.

Fajar juga mengingatkan bahwa pendidikan tinggi memiliki tanggung jawab moral dalam menjaga semangat nasionalisme di tengah derasnya arus globalisasi.

Ia berharap mahasiswa tidak hanya mengejar gelar akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan semangat berkontribusi bagi masyarakat.

“Ilmu pengetahuan tanpa nilai kemanusiaan akan kehilangan makna. Karena itu, kampus harus menjadi ruang lahirnya generasi yang cerdas, berintegritas, dan memiliki semangat pengabdian,” lanjutnya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya meneladani karakter para pahlawan nasional — seperti kejujuran, tanggung jawab, dan rela berkorban demi kepentingan bersama. Nilai-nilai itu, menurutnya, perlu dihidupkan kembali agar bangsa tidak kehilangan arah dalam menghadapi tantangan zaman.