Fajar menilai, tantangan generasi muda saat ini tidak kalah berat dibanding masa perjuangan dahulu. Jika dulu bangsa Indonesia menghadapi penjajahan fisik, maka kini musuhnya adalah kemalasan, disinformasi, intoleransi, dan kemerosotan moral. Karena itu, pendidikan harus menjadi benteng utama dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa.
“Kita menghadapi penjajahan gaya baru — bukan dengan senjata, tapi melalui pola pikir dan gaya hidup yang mengikis nilai-nilai kebangsaan. Maka tugas kita sebagai pendidik adalah menanamkan semangat cinta tanah air dan keikhlasan berbuat untuk bangsa,” tegasnya.
Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, Bangkalan" class="inline-tag-link">STKIP PGRI Bangkalan menggelar berbagai kegiatan edukatif dan sosial, seperti refleksi sejarah, diskusi kebangsaan, hingga kegiatan pengabdian masyarakat.
Fajar menilai, kegiatan semacam ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi bagian dari upaya menanamkan semangat juang kepada mahasiswa agar tumbuh menjadi generasi yang tangguh dan berjiwa patriot.