Bentuk dukungan yang dimaksud antara lain, fasilitasi pelatihan dan pendampingan teknis, bantuan teknologi seperti AI dan IPAL, dan promosi melalui pameran serta peringatan Hari Batik Nasional.
Kemudian perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) lewat Indikasi Geografis (IG), hingga pengintegrasian batik dalam kurikulum sekolah untuk mengenalkan budaya kepada generasi muda.
Selain itu, Slamet juga menilai perlunya perluasan pasar batik nasional melalui ajang pagelaran maupun pameran, sehingga produk lokal dapat bersaing sekaligus meningkatkan kesejahteraan pengrajin.
“Dengan pasar yang luas, batik bisa menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan berbasis budaya. Ini juga sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ekonomi rakyat,” tambahnya.