SAMPANG, MaduraPost - Kasus dugaan pungutan liar (pungli) mencuat di Lembaga Pendidikan Mambaus Salam, yang terletak di Desa Sokobanah Tenga, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, Madura.
Dugaan pungli tersebut diungkap oleh salah satu wali murid berinisial SW, yang merasa keberatan dengan kebijakan pihak sekolah.
Menurut SW, pihak sekolah meminta sumbangan sebesar Rp1 juta per siswa untuk pembangunan sekolah. Hal ini dinilai memberatkan para wali murid, terutama karena lembaga tersebut diduga telah menerima dana bantuan pembangunan dari pemerintah.
“Saya merasa ini tidak wajar karena sumbangan yang diminta terlalu besar dan sangat memberatkan kami,” ujar SW.
SW dan beberapa wali murid lainnya mempertanyakan alasan pihak sekolah tetap membebankan biaya pembangunan kepada orang tua siswa, padahal sudah ada anggaran dari pemerintah.