Selain itu, SW juga mengkritik cara pihak sekolah yang melibatkan siswa dalam proses pembangunan.

Ia mengaku kecewa karena anaknya yang masih duduk di taman kanak-kanak (TK) diminta membantu pekerjaan fisik di sekolah.

“Masak anak saya yang masih kecil disuruh bekerja dalam pembangunan sekolah? Kemarin anak saya sampai kelelahan gara-gara disuruh bekerja,” tuturnya dengan nada kesal. Rabu (20/11/2024)

Kasus ini memicu keresahan di kalangan wali murid lainnya yang mendesak agar pihak berwenang turun tangan. Mereka berharap adanya transparansi dalam pengelolaan dana sekolah dan menghentikan praktik dugaan pungutan (pungli) yang dianggap memberatkan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Lembaga Pendidikan Membaus Salam belum memberikan keterangan resmi terkait tuduhan tersebut.