Parahnya, kata Matsuri lebih lanjut, massa perempuan ini membawa senjata tajam sejenis parang. Sampai-sampai polisi mengeluarkan tembakan peringatan dua kali ke udara.

“Sebagai anak tertua, saya akan terus mencari dan mengawal keberadaan ayahnya yang menghilang misterius ini," ucap Matsuri.

“Semoga ada titik jelas. Kalau meninggal dimana kuburannya. Kalau dibunuh, siapa yang membunuh. Saya akan terus mengawal sampai titik darah penghabisan,” kata dia lebih lanjut.

Matsuri hanya bisa berharap, jika jajaran penegak hukum di wilayahnya tidak bisa menuntaskan kasus ini, maka harapan satu-satunya ialah dengan meminta keadilan kepada Kapolres Sumenep yang baru.