Entah apa yang difikirkan Matsuri, dia beranggapan bahwa ayahnya sudah meninggal dunia setelah diculik dan dibunuh secara berencana oleh sekelompok orang.
Kasus ini sebenarnya sudah dilaporkan Matsuri ke Polsek Kangean, tepat pada hari hilangnya Hamsan. Polisi pun melakukan pencarian hingga hari ke 19, namun belum juga membuahkan hasil.
"Saya menduga jika orang tua saya telah meninggal dunia, namun mayatnya belum ditemukan," kata Matsuri pada sejumlah media, Rabu (27/7).
Matsuri yang belum puas dengan kinerja Polres Kangean, juga melaporkan kasus ini langsung ke Mapolres Sumenep.
Sementara Kapolsek Kangean, Iptu Agus Sugito mengungkapkan, jika kasus hilangnya Hamsan sudah dilimpahkan ke Mapolres Sumenep.