Untuk awal, para operator yang hendak ngantor di KUA pulau tersebut nantinya akan dilakukan training sebelum akhirnya merekrut warga asli Pulau Kangayan menjalankan pelayanan prima itu.

"Sembari kita ajari teman-teman operator asli warga disana. Karena kalau operatornya langsung mengambil warga disana tanpa dilakukan pembinaan pastinya kewalahan. Makanya sementara kita kirim operator dari Kemenag Sumenep untuk kesana," kata Chaironi menjelaskan.

Ke depan, pihaknya akan memprioritaskan operator layanan CJH khusus kepulauan adalah warga asli Pulau Kangayan. Dia mengaku sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui Kantor KUA setempat.

"Sosialisasi ini juga sudah kami jalankan melalui sosial media (Sosmed) seperti Youtube yang di kelola langsung oleh Kemenag Sumenep," katanya.

Chaironi berharap, agar layanan CJH khusus warga kepulauan ini lebih di kedepankan dan dipermudah, sehingga program pelayanan prima tersebut bisa tercapai dengan baik.