SUMENEP, MaduraPost - Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumenep, Hairul Anwar, protes atas kebijakan pemerintah yang menurunkan harga minyak goreng tanpa melalui operasi pasar. Sabtu, 29 Januari 2022.

Hairul menilai, kebijakan pemerintah menurunkan harga minyak goreng kurang tepat lantaran mendadak dan tak melalui operasi pasar.

Menurunnya harga minyak goreng tak hanya mengakibatkan situasi penjualan di pasar tidak stabil. Lebih dari itu, kata Hairul, para pedagang yang kadung mengambil kulakan dari distributor juga berpotensi rugi. Akibatnya, tidak menutup kemungkinan minyak goreng akan langka.

Hairul menerangkan, semestinya sebelum pemerintah menerapkan kebijakan, alangkah lebih baik jika turun terlebih dahulu menggelar operasi pasar.

Hal itu untuk mengetahui kondisi harga minyak goreng baik di pasar tradisional maupun modern seperti swalayan dan market place yang lain.