Ditanya soal ketersediaan air, Ketua Banggar DPR RI ini mengungkapkan, telah mencoba mengajukan dalam bentuk Dana Alokasi Khusus (DAK). Setidaknya, lanjutnya, embung-embung setiap Kecamatan minimal ada tiga.

"Bahkan kami mencoba, problem air ini kan semata-mata embung. Problemnya adalah semakin lama lingkungan kita rusak. Kita tidak ingin anak cucu kita dengan lingkungan yang buruk akan merasakan dampaknya," kata Said memaparkan.

Dia menguraikan, emisi (pancaran) gas rumah kaca di Indonesia sudah menyumbang untuk dunia hampir 2 persen. Oleh karena itu, DAK tahun depan telah digagas per Kabupaten/Kota selain embung yang masuk DAK, akan mendapatkan alokasi dana 1 miliar untuk penghijauan.

"Karena yang paling pokok kalau embung dimana-mana, kemudian pada saat yang sama pohon ditebang dimana-mana, embungnya nggak guna juga," kata Said menguraikan.