Disamping itu, pembatasan aktivitas masyarakat selama pendemi juga melumpuhkan kegiatan rutin mobil perpustakaan yang biasanya melakukan aktivitas keliling di berbagai tempat.

"Kemarin sebelum pandemi kita berkunjung ke desa-desa, karena situasi pandemi ini hampir tidak sama sekali keliling," kata Masuni mengungkapkan.

Sebenarnya, kata dia, perpustakaan keliling dapat mempermudah akses membaca bagi masyarakat Sumenep, khususnya para pelajar dan mahasiswa. Namun selama pendemi, mobil perpustakaan ini mengalami lumpuh total nyaris tak dipakai.

Meski begitu, Mahsuni tidak tinggal diam, pihaknya akan melakukan terobosan baru dengan meluncurkan aplikasi yang diberi nama ISUMENEP.