PAMEKASAN, MaduraPost - Dewan Energi Aspirasi Rakyat Jawa Timur (Dear Jatim) menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Rabu (8/9/2021).
Aksi demo yang dilakukan oleh sejumlah mahasiswa tersebut dilatarbelakangi adanya indikasi tindakan korupsi pada beberapa kegiatan atau program yang dilakukan oleh pihak Disdik Pamekasan.
Indikasi perbuatan melawan hukum yang dimaksud adalah adanya dugaan permainan atau penyelewengan data serta dana pada program Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Tak hanya itu, dalam aksinya mereka ungkap telah terjadi penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh pihak Disdik Pamekasan pada realisasi Dana Alokasi Khusus (DAK) T.a 2021 yang direalisasikan terhadap ratusan paket proyek yang disinyalir adanya fee atau pemotongan dana anggaran sebesar 25% setiap paketnya.
Junaidi selaku salah satu Korlap Aksi mengatakan, kalau pihaknya telah menemukan beberapa temuan dari realisasi BOP, BOS dan DAK yang ia nilai telah merugikan negara dan rakyat. Kemudian ia meminta agar Disdik transparan dalam menjalankan program pendidikan dan tidak boleh memberikan contoh bermain fee proyek atau gratifikasi kepada pihak rekanan atau lembaga.