“Yang ikut acara atensi dan pendampingan intensif itu bukan hanya satu dua orang, tapi semua pimpinan OPD dan pejabat teras Pemkab Sumenep. Saya menduga mereka bisa saja berkerumun,” ungkapnya, saat dikonfirmasi sejumlah media, Minggu (30/5).

Dia menilai, seharunya pejabat Pemkab Sumenep lebih berhati-hati untuk menggelar acara diluar kota, sebab bisa saja berakibat fatal bagi masyarakat Sumenep, jika sepulangnya dari Kota Batu, Malang, salah satu pejabat malah terkonfirmasi Covid-19.

“Apalagi di Kota Batu saat ini masih zona oranye berdasarkan peta sebaran Covid-19 di halaman website satuan tugas (Satgas) Covid-19 Jawa Timur. Pimpinan itu pelayan publik, jika ada pejabat terpapar virus Corona maka akan berakibat fatal bagi pelayanan terhadap masyarakat,” kata dia.

Apalagi, sambungnya, para pejabat dan pimpinan OPD di Kota Batu, Malang, pasti bertemu dengan orang baru yang bisa saja membawa virus Corona.