Terpisah, salah satu Guru SDN Batuan 1 Sumenep, Maya Rusliyanti menjelaskan, dalam pelaksanaan penerapan kurikulum darurat yang dilaksanakan di sekolahnya sangat cocok diterapkan di masa pandemi.

Apalagi ketika mengikuti workshop yang dilaksanakan INOVASI bersama Disdik Sumenep beberapa waktu lalu pihaknya sangat antusias.

Dia mengungkapkan, para guru dilatih bagaimana menerapkan kurikulum darurat yang menggunakan tiga modul, yakni modul untuk guru, siswa dan orang tua.

“Dengan modul tersebut sangat cocok, karena bisa beradaptasi dengan kondisi yang ada, termasuk ketika disosialisasikan kepada para orang tua siswa, mereka gembira karena siswa juga bisa membaca dengan senang,” akuinya.

Bahkan, kata Maya, jika di sekolahnya saat ini sudah masuk zona hijau dan memungkinkan dilakukan PTM, namun tetap dilaksanakan tatap muka terbatas, yakni jumlah siswa dalam satu kelas tidak lebih dari 15 anak.