Kadir juga memaparkan, beberapa persoalan yang kerap dihadapi orang tua, diantaranya ketika anaknya bertanya kepada orang tuanya saat ada tugas dari guru yang melaksanakan pembelajaran daring.
Dari situ, mengakibatkan terjadinya konflik anak dan orang tua sebab tidak terbiasa mengajar, karena selama ini gurulah yang menjadi tempat belajar dan bertanya anaknya.
Apalagi, kata dia, keluhan biaya paket, pulsa, bahkan banyak juga siswa yang tidak memiliki Handphone (HP). Menurut Kadir, pihaknya bersama INOVASI selama ini menjadi mitra Disdik dalam meningkatkan pendidikan di Kabupaten Sumenep.
Hal itu juga bersama para kepala sekolah, guru dan pengawas sekolah melakukan desiminasi, sehingga diperoleh solusi untuk melaksanakan kurikulum darurat di masa pandemi seperti saat ini.