"Saya berangkat dari nol kalau urusan usaha. Untuk mendapatkan titik hasil sekarang, bukan perkara mudah," ujarnya.

Hasilnya tersebut, terbukti dalam setiap kali memproduksi ayam geprek, sedikitnya tiap hari ada 50 ekor ayam lebih. Hanya yang namanya usaha, pasang-surut pendapatan merupakan hal biasa.

Setiap hari pendapatannya dari usaha tersebut rata-rata mencapai Rp 500 - 700 ribu. Paling bawah Rp 300 ribu. Jika dikalkulasi dalam sebulan berkisar kurang lebih Rp 15 juta.

Tirto bersyukur yang tiada terhigga. Bahkan ia memberi analogi pendapatan tersebut dianggap setara dengan gaji dewan dan pegawai negeri.