Semula, kata Fatholla, hubungan Samin dan Hamat berjalan harmonis. Namun di tengah jalan, Hamat mengaku dirugikan dengan tindakan Samin, karena kesehatannya yang dideritanya semakin mencekik.
Akibat gejala obat suntik, bagian pantat Hamat terinfeksi gejala abses. Hal tersebut diketahui setelah kedua kalinya Hamat melakukan pemeriksaan kesehatan ke Puskesmas Pasongsongan.
"Sebenarnya kami ingin menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan. Cuma dia (Samin, red) tampak teguh pendirian. Artinya merasa tidak ada masalah dengan praktik kesehatannya," kata Fatholla mewakili keluarga Hamat saat memberikan keterangan, Selasa (9/2).
Keluarga Hamat memang berbicara soal nominal. Tapi nominal tersebut sebenarnya diharapkan sebagai pengganti biaya berobat saat berada di Puskesmas. Hanya permintaan tersebut ditolak. Samin mengaku gejala abses yang diderita korban disebut karena tulang sudah mulai keropos.