Yang jelas saat ini, papar Seninggih (sapaan akrabnya), pihaknya sudah mengantongi bukti awal yang sepertinya terjadi Mark-Up. Kemudian dalam hal itu, pihaknya juga menduga terjadi kurangnya pengawasan dari pihak Kecamatan dan Pendamping Desa selaku pengawas dalam setiap kegiatan proyek, yang terutama dari DD.
"Artinya, pihak-pihak yang wajib bertanggung jawab seperti pihak kecamatan dan Pendamping Desa yang seharusnya melakukan kontrol dan monitoring pada kegiatan tersebut, kami duga telah lalai dan tidak pada tupoksinya, atau ada konspirasi.
Maka oleh karena itu, tegas Seninggih, pihaknya berjanji akan mengkawal sampai terang benderang realisasi proyek yang bersumber dari Dana Desa 2017 tersebut.
"Karena itu menyangkut kesejahteraan masyarakat, dan yang jelas apa yang kami lakukan ini adalah bentuk tanggung jawab kami kepada masyarakat, sebagai kontrol sosial, lihat saja nanti," tegasnya.
Dihubungi melalui via WhatsApp pada beberapa hari yang lalu, Pendamping Desa daerah tersebut Rifqi mengatakan, terkait persoalan tersebut dirinya akan melihat dulu ke lokasi.