SAMPANG, MaduraPost - Sekelompok aktivis yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Kabupaten Sampang (Formasa), menggelar aksi di depan kantor Dinas Pertanian (Dispertan) Sampang.

Mereka memperjuangkan nasib petani. Sebab yang terjadi di bawah, petani mendapatkan kelangkaan pupuk mahal dan langka.

Kedatangan massa tersebut, tidak lain tujuannya untuk mengkritisi kinerja dinas terkait yang dinilai lemah dalam mengatasi stok pupuk bersubsidi hingga petani gagal panen tahun ini.

Massa aksi tak segan - segan menuding Dinas Pertanian tidak becus. Karena, stok pupuk bersubsidi untuk petani semakin hari dinilai semakin langka dan mahal.

Koordinator Aksi, Arifin menuding Dispertan tidak mampu mengamalkan amanah Peraturan Menteri Pertanian Nomor 1 Tahun 2020 Bab V, Pasal 15 tentang alokasi dan Harga Eceran Tertinggi (HET)pupuk bersubsidi di bidang pertanian.