Kecurigaan itu makin kuat lantaran setiap upaya penertiban berujung sementara, tanpa tindak lanjut hukum yang jelas terhadap pelaku maupun penyelenggara.
“Kalau aparat diam saja, rakyat pasti berpikir ada kongkalikong. Jangan sampai hukum tumpul ke atas tapi tajam ke bawah,” tegas seorang pemuda Kedungdung.
Desakan agar Kapolres Sampang dan Polda Jawa Timur turun langsung semakin menguat.
Warga khawatir kepercayaan terhadap institusi kepolisian akan kian tergerus jika praktik semacam ini terus dibiarkan hidup di akar rumput.
Respons Aparat: “Tidak Formalitas”
Menanggapi kritik tersebut, Kapolres Sampang AKBP Hartono menegaskan bahwa langkah penertiban yang dilakukan jajarannya selama ini bukan sekadar seremonial.
“Kalau formalitas, kok sampai gelanggangnya dibakar. Mestinya kalau cuma pura-pura, ya tidak perlu dibakar biar mainnya bisa lanjut lagi,” ujarnya membantah tudingan adanya pembiaran.