"Saya pernah waktu bertugas di Medan dapat perintah suruh ke Aceh sebagai Satgas. Bahkan anak-anak saya itu terus pindah-pindah mulai SD dari 3 Provinsi. Kelas 1 hingga 3 di Jakarta, kelas 4 dan 5 di Medan lalu kelas 6 di Surabaya," kata dia mengungkapkan.
Selama menjadi TNI, dr. Erwin mengungkapkan beberapa cara menangani prajurit yang terluka, utamanya luka dalam yang mengharuskan melakukan jalur operasi.
"Saya sudah terbiasa dilatih untuk tindakan seperti itu. Misal waktu saya ditugaskan ke Papua, itu kita melakukan operasi di kapal dengan menggunakan peralatan seadanya," kata dr. Erwin.
Cerita ini, real dari pengalaman dr. Erwin selama dia menjadi dokter spesialis Ortopedi di TNI. Di mana, saat itu hanya menggunakan alat sederhana untuk menyelamatkan nyawa prajurit yang terluka.