Sedangkan tanda klinis penyakit PMK adalah demam tinggi (39-410c), keluar lendir berlebihan dari mulut di tambah berbusa, luka-luka seperti sariawan pada rongga mulut dan lidah, tidak mau makan, pincang, luka pada kaki diakhiri lepasnya kuku, sulit berdiri, gemetar, nafas cepat, produksi susu turun drastis pada sapi perah dan menjadi kurus pada sapi potong.

Sementara itu, Sumenep" class="inline-tag-link">Polres Sumenep mengaku siap membantu dan bekerja sama dengan DKPP setempat untuk melakukan pengecekan ke lapangan, baik pendataan dan juga pengecekan kesehatan hewan ternak.

Tidak hanya itu, pengawasan secara ketat terhadap lalu lintas perdagangan ternak khusus antar Kabupaten juga akan dibantu pihak kepolisian.

"Kita akan melakukan patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) secara terpadu di tingkat kecamatan dan sentra-sentra peternak sapi, untuk memberikan imbauan dan edukasi bahwa wabah PMK pada hewan ternak tidak menular ke manusia, agar tidak menimbulkan kepanikan," kata Kapolres Rahman menegaskan.