Kemudian juga melakukan sindromik surveillance (surveillance klinis) berbasis Desa. Dengan maksud, apabila ada sebaran penyakit hewan menular dapat teratasi dengan segera.

Jika ditemukan adanya hewan yang sakit, kata Arif, pihaknya memastikan akan melakukan karantina, isolasi wilayah dan pengobatan atas gejala sakit yang ditemukan pada hewan tersebut.

"Misalnya, memberikan semprot kaki hewan yang sakit dengan formalin 4 persen pagi sore, pemberian obat antibiotik, analgesik dan vitamin, termasuk desinfektan," jelas Arif.

Diketahui, virus PMK adalah penyakit hewan menular akut yang menyerang ternak sapi, kerbau, kambing, domba dan babi dengan tingkat penularan mencapai 90-100Y6 dan kerugian ekonomi sangat tinggi.