Merasa panik, dia kemudian melakukan pelaporan ke Mapolsek Kangean. Setelah itu, polisi langsung melakukan penyelidikan.
Hasilnya, polisi mendapatkan informasi bahwa mobil tersebut berada di Desa Pandeman, tepatnya di rumah D. Masikkik.
"Saat petugas mendatangi rumah D. Masikkik, pelaku malah tidak ada, hanya tinggal istrinya yang bernama Tiama," kata Kasubbag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti mengungkapkan dalam rilisnya, Sabtu (26/3).
Polisi lalu melakukan klarifikasi kepada istri D. Masikkik. Menurut keterangan polisi, istri D. Masikkik yang bernama Tiama mengaku bahwa mobil tersebut memang sengaja dibawa oleh suaminya.