Pantauan MaduraPost di lapangan, dua mahasiswa pingsan akibat bentrok dengan aparat kepolisian. Mahasiswa menyebut, jika ketersediaan kapal khusus transportasi laut warga kepulauan sangat sulit dijangkau.

Mahasiswa membuktikan, banyak warga kepulauan terlantar di pelabuhan Kalianget karena tidak adanya kapal yang berangkat. Penyebabnya, karena hanya ada satu KMP Monggiano Hulalo yang beroperasi.

"Alasannya, kapal yang lain belum beroperasi karena perbaikan. Kita datang kesini untuk mengaspirasikan warga Kepulauan Kangayan, kenapa masih ada kelebihan muatan kapal. Ini sangat membahayakan warga kepulauan," kata Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Ahmad Ari Hasan saat berorasi, Kamis (24/3).

Perwakilan Pemkab Sumenep sempat menemui massa aksi, yaitu Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub), Mohammad Jakfar. Hanya saja, mahasiswa menolak untuk diwakili oleh siapapun.