Sementara itu, Hosnan (50), warga yang merasa dirugikan dengan sikap PLN Sumenep malah menanyakan bagaimana mungkin bisa ada oknum tidak resmi dapat memasang kWh meter, tanpa ada kongkalingkong dengan pihak PLN.
"Ini yang memasang namanya Erri, warga Desa Dapenda Laok, yang mengaku akan bertanggung jawab ke PLN. Waktu itu dia meminta sejumlah uang sekitar Rp 1.700.000 untuk pemindahan kWh itu," kata Hosnan menjelaskan.
Pihaknya curiga, jika ada permainan antara oknum yang mengaku PLN dengan petugas PLN yang bertugas di lapangan.
"Karena tidak mungkin dia bekerja sendiri. Intinya saya kecewa. Jika tahu waktu itu dia adalah petugas PLN yang abal-abal tidak akan memasang kWh meter itu. Saya kan orang awam, jadi yang saya tahu listrik terpasang dan nyala, ya sudah," terangnya bercerita.