OPINI, MaduraPost - 30 Januari 2022, Kabupaten Sampang memasuki 3 tahun kepemimpinan, pada peringatan kali ini mengusung tema "Kerja Ikhlas Membangun Sampang Hebat Bermartabat". Dibawah kepemimpinan Bupati H. Slamet Junaidi dan Wakil Bupati H. Abdullah Hidayat, Kabupaten Sampang tercatat memiliki 14 prestasi dan capaian program.

Dikutip dari akun resmi Instagram Pemerintah Kabupaten Sampang, prestasi dan capaian dan program, antara lain : Pemberian Insentif Guru Ngaji dan Marbot, Santunan 500 Anak Yatim Setiap Bulan, Revitalisasi Berbagai Taman, Penghargaan WTP 3 Kali Berturut-turut dari Kementerian Keuangan RI, Penghargaan Kabupaten Bebas ODF, Penghargaan sebagai Kabupaten Layak Anak dan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Pratama.

Penghargaan Percepatan Pembangunan Desa, Betonisasi Jalan Sepanjang 55,235 Kilometer, Pemberian Beasiswa Sahabat, Ambulance Boat untuk Masyarakat Pulau Mandangin, Top 30 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Jawa Timur 2021, Penghargaan Nomor Induk Koperasi se-Jawa Timur, Turut Serta Penanganan Konflik Syiah di Sampang, dan Penghargaan Jatim Covid-19 Heroes Kategori Kumulatif Terkonfirmasi Terendah.

Selain banjir air, ternyata Kabupaten Sampang juga banjir penghargaan, prestasi, dan capaian program. Terbaru, masih melalui akun resmi Instagram Pemerintah Kabupaten Sampang, banyak suara-suara netizen yang hampir secara keseluruhan mengatakan puas dengan kinerja Pemerintah Kabupaten Sampang yang sekarang, meskipun komentar pesimis seperti ini "jalan-jalan daerah pedesaan juga banyak yang rusak parah" tidak dipublikasikan.

Mengenai penghargaan, publik jangan mudah tergiur, bisa dilihat daerah lain yang juga kaya prestasi, sebut saja Kota Bekasi, Jawa Barat dan Provinsi Sulawesi Selatan. Sebelum dua daerah ini pemimpinnya tersandung KPK, tiada hentinya prestasi dan penghargaan terus mengalir, meskipun pada akhirnya keduanya diseret oleh KPK. Fakta ini membuktikan bahwa segudang prestasi tidak menjamin seorang kepala daerah betul-betul terjaga integritas dan sikap anti korupsinya.